Press "Enter" to skip to content

Fakta Menyedihkan Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airline

Berita menyedihkan di dunia aviasi kembali hadir, pesawat Ethiopian Airline Flight 301 yang baru mengudara dari bandara Addis Ababa ibukota Ethiopia dilaporkan jatuh di sekitar kota Bishoftu. Pesawat tersebut membawa 149 penumpang dan delapan awak. Berikut Aneka info unik merangkum fakta-fakta menyedihkan mengenai jatuhnya pesawat Ethiopian Airline.

1. Pesawat Ethiopia Yang Jatuh Sejenis Dengan Pesawat Lion Air JT 610

Pesawat yang jatuh merupakan buatan pabrikan Amerika, Boeing 737 Max 8. Pesawat ini sama dengan yang digunakan oleh penerbangan Lion Air JT610 Jakarta – Pangkalpinang yang jatuh di dekat perairan Karawang. Pesawat tersebut baru diterima oleh maskapai Ethiopian Airline bulan November 2018.

2. Pesawat dilaporkan berasap sebelum jatuh

Gebeyehu Fikadu seorang saksi mata mengatakan 
“Pesawat itu jatuh dengan ledakan besar. Ketika itu jatuh koper dan pakaian ikut terbakar, ”katanya kepada CNN. “Sebelum jatuh, pesawat itu berbelok dan menghujam dengan banyak asap yang keluar dari belakang dan juga membuat suara tidak menyenangkan yang sangat keras sebelum mengenai tanah.”

3. Terdapat Warga Indonesia menjadi korban

Di dalam penerbangan naas terdapat satu orang warga negara Indonesia. WNI itu adalah seorang perempuan yang tinggal di Roma dan bekerja untuk World Food Program (WFP) badan pangan yang bernaung di bawah PBB.

4. Co Pilot menjadi sorotan

Pesawat tersebut di piloti oleh Yared Getachew, dengan 8.000 jam terbang, namun media asing justru menyoroti sang co-pilot Ahmed Nur Mohammod Nur yang hanya memiliki 200 jam terbang. Beberapa ahli penerbangan menganggap jumlah jam terbang tersebut sangat minim karena untuk mendapatkan lisensi penerbangan dengan pesawat kecil saja butuh minimal 155 jam terbang. 

5. Saham Boeing jatuh lebih dari 12 persen

Saham Boeing selaku produsen pesawat 737 Max 8 dilaporkan jatuh sebesar lebih dari 12 persen. Beberapa negara dan perusahaan penerbangan menanggapi kecelakaan fatal tersebut dengan meng-ground-kan armada pesawat mereka, 737 Max, di tengah pertanyaan yang berkembang tentang keselamatan jet yang telah dianggap sukses bagi pembuatnya.


Sumber : Source
1. NYTimes
2. NYTimes
3. Detik

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *